BSI

Strategi Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekonomi Hijau Melalui Kenaikan Pembiayaan Berkelanjutan

Strategi Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekonomi Hijau Melalui Kenaikan Pembiayaan Berkelanjutan
Strategi Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekonomi Hijau Melalui Kenaikan Pembiayaan Berkelanjutan

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat akselerasi ekonomi hijau di Indonesia melalui penyaluran pembiayaan berkelanjutan yang signifikan.

Langkah strategis ini dibuktikan dengan catatan pertumbuhan positif pada portofolio keuangan berkelanjutan perusahaan yang mengalami kenaikan hingga mencapai angka 11,20 persen secara tahunan. Capaian senilai Rp62,5 triliun tersebut menjadi bukti bahwa prinsip syariah berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan serta pemberdayaan sosial di seluruh wilayah tanah air.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Fokus utama BSI adalah memastikan bahwa setiap langkah bisnis yang diambil tidak hanya mengejar profitabilitas semata, namun juga memberikan dampak positif bagi keberlanjutan bumi.

Penyaluran pembiayaan tersebut didominasi oleh sektor-sektor produktif yang masuk dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) serta sektor sosial yang memiliki pengaruh besar bagi masyarakat. Dengan total porsi mencapai 24,70 persen dari keseluruhan pembiayaan BSI, peran bank syariah terbesar di Indonesia ini semakin krusial dalam peta jalan ekonomi nasional.

Hery merinci bahwa dari total Rp62,5 triliun tersebut, sektor UMKM memegang peranan sangat besar dengan nilai mencapai Rp47,7 triliun sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Selebihnya mengalir ke berbagai sektor ramah lingkungan seperti energi terbarukan sebesar Rp0,6 triliun, produk efisiensi energi Rp0,1 triliun, serta pengelolaan sumber daya alam hayati sebesar Rp11,2 triliun.

BSI Dorong Transformasi Ekonomi Melalui Pendekatan Berkelanjutan yang Inovatif

Keberhasilan BSI dalam meningkatkan porsi keuangan berkelanjutan ini juga tidak lepas dari upaya mereka untuk terus mengedukasi para pelaku usaha mengenai pentingnya menjaga ekosistem alam. Transformasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan guna mendukung target pemerintah dalam mencapai emisi nol bersih atau Net Zero Emission.

BSI meyakini bahwa sektor perbankan memiliki tanggung jawab besar sebagai penyalur modal untuk mengarahkan arus investasi menuju proyek-proyek yang lebih hijau dan bertanggung jawab secara etika. Melalui skema pembiayaan yang tepat sasaran, BSI optimis dapat menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan industri yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di masa depan.

Upaya ini diperkuat dengan pengintegrasian aspek keberlanjutan ke dalam proses analisis risiko kredit, sehingga setiap proyek yang dibiayai telah melalui filter kelayakan lingkungan yang ketat. Pendekatan ini dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk operasional industri terhadap lingkungan hidup sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan perbankan syariah.

Integrasi Aspek ESG dalam Portofolio Pembiayaan Syariah Nasional Indonesia

Selain fokus pada pembiayaan hijau, BSI juga secara aktif menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang selaras dengan pilar-pilar keberlanjutan yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini mencakup program pemberdayaan ekonomi pesantren, pengelolaan zakat, serta bantuan kemanusiaan yang terintegrasi dengan baik dalam model bisnis syariah mereka.

Kenaikan pembiayaan sebesar 11,20 persen hingga posisi Kamis 12 Februari 2026 mencerminkan kepercayaan nasabah yang semakin tinggi terhadap produk keuangan yang etis dan transparan. Nasabah saat ini cenderung lebih selektif dalam memilih mitra perbankan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu perubahan iklim dan keadilan sosial secara global.

Melalui keberadaan Desa BSI yang tersebar di berbagai wilayah, bank ini juga membuktikan bahwa ekonomi berkelanjutan bisa dimulai dari level akar rumput melalui pendampingan intensif. Inisiatif tersebut membantu masyarakat lokal untuk mandiri secara ekonomi tanpa harus merusak kearifan lokal maupun kelestarian alam lingkungan sekitar yang menjadi sumber kehidupan.

Pencapaian Signifikan Sektor UMKM sebagai Tulang Punggung Keuangan Hijau

Data menunjukkan bahwa mayoritas pembiayaan keberlanjutan BSI dialokasikan untuk mendukung ketahanan UMKM yang merupakan segmen paling rentan namun paling dinamis dalam struktur ekonomi nasional saat ini. Dukungan sebesar Rp47,7 triliun menjadi modal penting bagi para pelaku usaha kecil untuk naik kelas dengan standar operasional yang lebih modern.

BSI juga mencatatkan pertumbuhan pada sektor transportasi ramah lingkungan yang mendapatkan perhatian khusus seiring dengan tren penggunaan kendaraan listrik yang mulai marak di masyarakat. Investasi pada sektor ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menurunkan tingkat polusi udara secara signifikan di kota besar.

Dengan komposisi portofolio yang kuat pada sektor-sektor hijau, BSI tidak hanya memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar perbankan syariah, tetapi juga pionir dalam keuangan berkelanjutan. Angka-angka pertumbuhan yang dirilis menunjukkan bahwa bisnis yang beretika dapat tumbuh berdampingan dengan performa finansial yang sangat mengesankan dan tetap stabil.

Langkah Strategis Menuju Masa Depan Lingkungan Melalui Perbankan Syariah

Komitmen BSI dalam memperkuat ekonomi hijau juga ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam bursa karbon serta berbagai inisiatif pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon mangrove. Aktivitas non-bisnis ini menjadi pelengkap sempurna bagi portofolio pembiayaan berkelanjutan yang terus dipupuk oleh manajemen bank dengan tingkat disiplin yang sangat tinggi.

Ke depannya, BSI berencana untuk terus memperluas jangkauan pembiayaan hijau ke sektor-sektor baru yang memiliki potensi besar dalam mitigasi perubahan iklim global yang ekstrem. Peningkatan kapasitas internal dalam memahami isu-isu lingkungan juga terus dilakukan agar pelayanan kepada nasabah sektor hijau menjadi jauh lebih optimal dan profesional.

Hery menegaskan bahwa BSI akan terus berjalan pada koridor keberlanjutan guna memberikan kontribusi terbaik bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Strategi ini diharapkan mampu membawa perbankan syariah Indonesia menjadi rujukan utama bagi implementasi ekonomi hijau yang sukses dan berdampak luas bagi umat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index